Dikikis Usia, Evi Sulistyana Tetap Produktif Hasilkan Kerajinan

Evi Sulistyana
Evi Sulistyana, perajin asal Bedilan Gresik. Meski berusia 55 tahun tapi tetap energik menghasilkan karya kerajinan, hingga bereksperimen dengan bahan clay tepung. FOTO: SUREPLUS.ID/SAHLUL FAHMI

GRESIK-SUREPLUS: Berkreasi memang tak mengenal usia. Hal itulah yang tersirat dari perajin asal Bedilan Gresik, Evi Sulistyana. Dengan usia yang tak lagi muda, kepala lima, Evi tetap produktif menghasilkan berbagai kerajinan.

Evi awalnya belajar melukis baju dari kakaknya, Erna Sulistyawati, yang merupakan pensiunan karyawan PT Petrokimia Gresik. Keahliannya lantas berkembang hingga Evi bereksperimen dengan bahan clay tepung.

Kotak tisu, tempat pensil, bros, pin, gantungan kunci serta hiasan kulkas adalah macam-macam produk yang dihasilkan Evi dari kerajinan dari bahan clay. “Untuk tempat pensil, saya memanfaatkan kaleng bekas tempat rokok,” ucap perajin yang tinggal di Jl Reden Santri, Bedilan, Gresik ini.

Sedangkan untuk bros, pin, gantungan kunci serta hiasan kulkas bentuknya beragam. “Kalau anak anak biasanya berbentuk figur-figur Mickey Mouse, Hello Kitty, Doraemon dan lain-lain. Kalau buat ibu-ibu bentuknya ya bunga, daun, kipas,” jelas perempuan usia 55 tahun itu.

Selain menciptakan produk kerajinan berbahan clay, Evi juga memiliki produk andalan lainnya yakni bunga yang terbuat dari sabun. Khusus produk ini Evi tak perlu lagi memberikan pewarnaan pada karyanya karena warna-warni bunga yang diciptakannya asli dari warna sabun yang digunakan.

“Untuk bahan sabun biasanya saya parut dulu lalu saya campur dengan tepung kanji kemudian baru dibentuk bunga sesuai warna sabun. Kerajinan ini selain bentuknya cantik juga harum, bisa buat aroma terapi juga,” paparnya.

  • Baca: Crispy Semanggi, Jajanan Baru Khas Surabaya

Produk-produk ciptaan Evi memang termasuk produk kerajinan yang layak jual. Dari boks tisu, tempat pensil, bunga per tangkai dan rangkaian bunga dalam mini pot yang terbuat dari daun kering.

“Harga sudah termasuk tutorial cara pembuatannya. Dan saya juga membuka kursus bagi ibu-ibu baik secara individu maupun kelompok,” imbuh perempuan yang kerap diajak Desperindag Jatim berpameran ini. (SAHLUL FAHMI/ZAL)