Ciptakan Karakter Unik dari Bahan Kain Flanel

Flafino
Retno Suwanti, pemilik usaha pembuatan kerajinan tangan boneka dari kain flanel, Flafino yang sukses menciptakan beragam karakter unik boneka-bonekanya. FOTO: SUREPLUS.ID/ANDYAN

SURABAYA-SUREPLUS: Berbekal kemampuan membuat handycraft sejak kecil, kini berbagai kerajinan unik telah dihasilkan Retno Suwanti. Bahkan, kini dirinya memiliki merek dagang Flafino. Usahanya sendiri berpusat di Jalan Siwalankerto Utara, Surabaya

Retno mengatakan, keahlian membuat kerajinan tangan ini telah dimilikinya sejak masih duduk di bangku sekolah. Karena tekun menggeluti seni rajut ini, kemampuan Retno terus berkembang. “Dulu aku bikin rajutan bingkai foto dari tusuk feston,” kata Retno kepada Sureplus.id.

Hingga akhirnya wanita yang akrab disapa Bu Retno ini berinovasi dengan memanfaatkan bahan kain flannel, dan membentuknya menjadi beberapa karakter.

Hebatnya, tak butuh modal besar untuk mendirikan usahanya ini. Pasalnya, kala itu ia hanya bermodal Rp 15 ribu. Dari uang yang cukup cekak itu pula ia membuat pernak-pernik karakter unik dari kain flanel. Namun tak disangka, hasil karyanya ini diminati banyak orang.

Dari situ pula, Retno terpacu untuk membuat banyak kreasi pada kerajinan rajutnya. Hasilnya, pundi-pundi uangnya pun bertambah. Dari situ pula ia putar dan terus membesar.

Kini tidak hanya sekedar pernak-pernik yang mampu ia ciptakan. Berbagai karakter unik berhasil ia wujudkan lewat boneka yang terbuat dari kain flannel. Baik boneka yang menggambarkan profesi seseorang, karakter kartun, hingga aneka boneka yang mengenakan pakaian adat.

Selain itu ada pula tuding untuk mengaji, hingga beberapa produk tas juga ia ciptakan dari kain flanel. “Kalau boneka flanel punya saya ini memang lebih kuat ke karakternya,” imbuhnya.

Untuk harga setiap boneka flannel, Retno mematoknya bervariatif tergantung model, bentuk, ukuran dan tingkat kesulitan pembuatannya. Karena, ia menjualnya dengan bermacam pilihan. Ada yang eceran, maupun paketan. “Semisal untuk boneka eceran, saya mematok dari harga Rp 15 ribu hingga Rp 100 ribu,” paparnya.

Sehari-hari Retno mengerjakan hampir satu lusin boneka flanel bersama beberapa warga sekitar di tempat tinggalnya. Produktivitas yang sangat tinggi itulah yang mengantarkan usaha berbasis UKM ini kini mencapai omset hingga Rp 5 juta hingga Rp 6 juta per bulan.

Peminat dari boneka flanel ini datang dari berbagai kalangan, baik dari anak-anak kecil, remaja, hingga ibu-ibu. Tidak hanya itu, permintaan pasar pun sudah merambah tidak hanya dari lokal Surabaya saja tapi sudah menjangkau ke luar pulau Jawa, seperti Batam, Kalimantan dan Jayapura. (ANDYAN/ZAL)