Omah Damar Tak Sekedar Tempat Kuliner

cafe Omah Damar
Café Omah Damar di Gresik berupaya merangkul berbagai komunitas untuk beraktivitas Bersama. Tampak lomba puisi yang pernah digelar di Omah Damar. FOTO: SUREPLUS/ SAHLUL FAHMI

GRESIK-SUREPLUS: Tak hanya untuk tempat kuliner. cafe Omah Damar di kawasan Jl Nyai Ageng Arem-arem, Gresik ini, menyisipkan unsur Besali atau ruang khusus untuk ajang workshop dalam konsepnya.

Besali merupakan bagian dari rumah yang digunakan untuk bekerja, melakukan suatu kegiatan produksi untuk menghasilkan suatu barang. Dalam masyarakat Gresik, biasanya Besali digunakan untuk mengerjakan pembuatan songkok, tenun sarung, penjahit tas, sablon.

Lalu apa tujuannya? “Kami memang ingin Omah Damar ini bukan sekedar tempat minum kopi dan makan saja. Namun bisa dimanfaatkan sebagai tempat yang dapat menghasilkan karya bagi pelanggan. Ini harapan kami,” kata Manajer Omah Damar, Failasuf Zohrarirani.

Menurut Rira, sapaan akrab Failasuf Zohrarirani, Omah Damar berupaya merangkul berbagai komunitas untuk beraktivitas Bersama di sini. “Kami pernah menggelar lomba puisi dan stand up comedy. Juga pertunjukan dari komunitas sulap,” kata Rira.

Ia berharap, dengan merangkul berbagai komunitas, maka Omah Damar bisa menjadi tempat yang dinamis karena ramai dikunjungi lintas komunitas. Sebagai penunjang, di ruang tengah lantai dua tersebut ada perpustakaan mini yang berisi buku-buku sastra, cerpen dan novel.

Omah Damar juga membuka diri bagi para pelaku industri kreatif untuk menjual hasil karya mereka. Selain ada T-shirt produk lokal Gresik juga ada aneka macam kain batik yang dipajang di lantai dua.

Baca: Nongkrong Gayeng Gaya Petualang Gunung

Secara keseluruhan arsitek Omah Damar menawarkan cita rasa klasik baik dari segi bangunan, intrerior, dekorasi, perabot hingga hiasan-hiasan yang dipajang. Sejumlah lukisan khas asal Gresik, Damar Kurung dipajang di Omah Damar yang terlihat sangat artistik.

Damar Kurung sendiri adalah seni tradisonal yang asli dari Kabupaten Gresik. Damar Kurung berupa lampion dari kertas, dengan kerangka bambu yang di sisi-sisinya dipenuhi dengan lukisan yang menceritakan tentang kehidupan sehari-hari. (SAHLUL FAHMI/AZIZ)