Kenalkan Kemajemukan Bangsa

Program Voyage to Indonesia

Voyage to Indonesia
Menkeu Sri Mulyani Indrawati meresmikan Voyage to Indonesia: Art Exhibition di Gedung Jusuf Anwar, Kemenkeu, di Jakarta, Selasa (13/03/2018). FOTO: KEMENKEU.GO.ID

JAKARTA-SUREPLUS: Kemajemukan masyarakat Indonesia yang mampu bersinergi mencapai tujuan bersama penting untuk dikenalkan ke seluruh dunia. Termasuk melalui rangkaian acara Voyage to Indonesia menjelang International Monetary Fund (IMF) – World Bank Group (WBG) Annual Meetings 2018 yang akan digelar di Bali, 8-14 Oktober 2018.

Hal itu disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati di acara peresmian Voyage to Indonesia: Art Exhibition yang diselenggarakan di Gedung Jusuf Anwar, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), di Jakarta, Selasa (13/03/2018).

“Seluruh event ini ditujukan supaya tidak hanya seolah-olah pertemuan IMF-World Bank itu hanya untuk IMF-World Bank, tapi untuk 189 anggotanya. Dan kita dari panitia nasional ingin juga mengikutsertakan seluruh masyarakat ikut menyambut IMF-World Bank. Ini untuk menciptakan kesan terhadap Republik Indonesia sebagai suatu negara yang luar biasa multi-dimension,” kata Menkeu Sri Mulyani seperti dikutip dari kemenkeu.go.id.

Menurut Sri Mulyani, Indonesia bukan hanya geografi yaitu pulau dan laut. “Tapi Indonesia the most important adalah people-nya. Kita ingin mempersembahkan wajah Indonesia yang begitu kaya dan beragam di dunia internasional,” tambahnya.

Dalam pameran seni tersebut, selain lukisan-lukisan yang dipamerkan oleh masing-masing seniman secara individu, juga ditampilkan satu karya seni lukis yang merupakan hasil dari kontribusi beberapa seniman. Mereka mampu berkolaborasi menghasilkan suatu lukisan yang indah tanpa menghilangkan ciri khas dari masing-masing pelukisnya.

“Jadi saya senang pada hari ini kita akan masuk dalam salah satu event Voyage to Indonesia dengan melihat pada art atau dalam hal itu seni, terutama seni mural, pelukis yang berkolaborasi untuk membuat suatu lukisan tanpa ada persetujuan awal mengenai apa yang mau dilukis,” jelas Menkeu.

Lebih lanjut dikatakan Menkeu, hal itu merupakan simbolis dari bagaimana Republik Indonesia itu berisi begitu banyak komponen yang bisa mempunyai ide yang beragam. Tapi memiliki suatu komitmen bersama untuk bersatu. “Maka perlu untuk saling bertoleransi. Berbeda itu indah, berbeda itu adalah keniscayaan. Dan justru karena perbedaan itu kita menjadi kaya dan menjadi jauh lebih beragam dan beradab,” pungkas Menkeu.

Rencananya hasil seni lukisan karya berbagai seniman tersebut akan dipamerkan di jalur penghubung antara gedung IMF-World Bank Group pada acara Spring Meetings di Washington, DC pada April 2018 nanti. (PRS/AZIZ)